Iman
menurut artinya yaitu percaya. Percaya yang bagaimana? Sebagaimana yang kita
ketahui, yang setiap orang Islam wajib percaya, disebutkan dalam rukun iman.
Sejak kecil waktu kita menginjak usia sekolah, kita masih ingat apa yang diajarkan
oleh guru-guru kita, maupun ustadz ustadzah waktu ngaji. Sudah hafal diluar
kepala apa saja tiu rukun iman yang berjumlah enam. Yaitu, iman kepada Alloh,
iman kepada malaikat-Nya, iman kepada kitab-Nya, iman kepada rosul-Nya, iman
kepada hari akhir, iman kepada takdir baik dan buruk.
Semuanya wajib kita
percayai. Sehingga kita layak dikatakan sebagai orang mukmin.
Ibarat
berbelanja, maka iman adalah wadah kita. Tempat menaruh barang. Hidup kita di
dunia ini hanya sebatas mampir minum saja menurut para ulama. Hanya sekejap
saja. Karena sejatinya kita itu memang bukan penduduk dunia ini, tetapi surga.
Di dunia kita sebanyak-banyaknya mengambil bekal untuk akhirat.
Kita
membutuhkan amal untuk akhirat kelak. Amal ini adalah untuk mengisi wadah,
yaitu iman kita. Banyak amal berarti juga wadah kita banyak isinya. Orang
muslim sudah mempunyai wadah/iman. Tinggal mencari isinya saja.
Berbeda
dengan orang non-muslim. Sebanyak apapun mereka beramal, meraka tak akan
memperoleh pahala/isi. Karena mereka tak mempunyai wadah tempat amal itu. Maka
apapun yang dilakukan tak akan ada manfaatnya sama sekali.
Wajib
bagi kita sebagai orang muslim selalu bersyukur atas nikmat Islam. Mungkin ada
yang mempunyai tanda tanya besar mengapa? Karena dalam hal masalah kelahiran di
dunia ini, kita tak akan bisa memilih, kita dikandung dalam rahim ibu siapa dan
dimana tempat kita dilahirkan. Suatu anugrah yang besar yaitu kita dilahirkan
dan memiliki orang tua muslim. Ya, kita Islam karena lantaran orang tua kita
muslim dan beliau mendidik kita sebagai muslim. Alhamdulillah bi ni’matillah.
Tak masalah. Walaupun mungkin ada yang bilang Islam yang kurang kuat atau
apalah dikarenakan bukan dari pencarian sendiri, melainkan karena keturunan.
Itu tidak perlu dipermasalahkan. Yang terpenting adalah bersyukur kita
dilahirkan sebagai muslim. J

