Dua
pilihan. Ada dua tempat. Surga dan neraka. Semua adalah sebuah pilihan kita.
Mulai dari sekarang kita memilihnya. Yaitu semasa kita masih hidup di dunia.
Sesudah kita mati, di alam kubur, maka sudah terputus semua amal kita dan kita
tak akan lagi bisa memilih.
Surga
itu bisa dipesan. Istilahnya dibooking lah
sekarang bahasa kerennya. Dengan cara apa? Dengan cara amar ma’ruf nahi munkar.
Selalu melakukan kebaikan dengan meniru sebisa mungkin akhlak Rosulullah.
Melakukan segala perbuatan selalu bercermin 'kalau Rosul bagaimana ya cara
beliau melakukannya?’. Dengan demikian, maka tindak tanduk kita akan berada
dalam hal baik. Perbuatan baik itu gampang dan tanpa biaya. Baca Alquran contohnya.
Demikian
juga neraka, tempat adzab penyiksaan akhirat, bisa juga pesan tempat. Dengan mengeluarkan
biaya. Misal judi dan minum-minuman keras. Sudah keluar uang, kelak dapat siksa
juga. Malang sekali nasibnya.
Semua
orang memiliki jatah tempat di surga dan neraka. Keputusan berada pada orang
itu sendiri. Apakah ingin membangun rumah di surga atau malah di neraka? Orang
tersebut yang akan membangunnya dengan berbagai bekal yang sudah dikumpulkan
mulai sekarang, di dunia. Apabila satu tempat telah dipilih untuk dibangun,
maka tempat lain akan dihapuskan oleh Alloh. Kita memilih melakukan kebaikan
selama di dunia, maka jatah tempat kita di neraka akan dihapuskan oleh Alloh.
Begitupun sebaliknya.
Oleh
karena itu, pandai-pandai memilih tempat. Pandai memilih jalan. Pandai memilih
teman dan sahabat. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar