Selasa, 28 Januari 2014

Jatah di Dua Tempat

Dua pilihan. Ada dua tempat. Surga dan neraka. Semua adalah sebuah pilihan kita. Mulai dari sekarang kita memilihnya. Yaitu semasa kita masih hidup di dunia. Sesudah kita mati, di alam kubur, maka sudah terputus semua amal kita dan kita tak akan lagi bisa memilih.

Surga itu bisa dipesan. Istilahnya dibooking lah sekarang bahasa kerennya. Dengan cara apa? Dengan cara amar ma’ruf nahi munkar. Selalu melakukan kebaikan dengan meniru sebisa mungkin akhlak Rosulullah. Melakukan segala perbuatan selalu bercermin 'kalau Rosul bagaimana ya cara beliau melakukannya?’. Dengan demikian, maka tindak tanduk kita akan berada dalam hal baik. Perbuatan baik itu gampang dan tanpa biaya. Baca Alquran contohnya.


Demikian juga neraka, tempat adzab penyiksaan akhirat, bisa juga pesan tempat. Dengan mengeluarkan biaya. Misal judi dan minum-minuman keras. Sudah keluar uang, kelak dapat siksa juga. Malang sekali nasibnya.

Semua orang memiliki jatah tempat di surga dan neraka. Keputusan berada pada orang itu sendiri. Apakah ingin membangun rumah di surga atau malah di neraka? Orang tersebut yang akan membangunnya dengan berbagai bekal yang sudah dikumpulkan mulai sekarang, di dunia. Apabila satu tempat telah dipilih untuk dibangun, maka tempat lain akan dihapuskan oleh Alloh. Kita memilih melakukan kebaikan selama di dunia, maka jatah tempat kita di neraka akan dihapuskan oleh Alloh. Begitupun sebaliknya.


Oleh karena itu, pandai-pandai memilih tempat. Pandai memilih jalan. Pandai memilih teman dan sahabat. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar