Sabtu, 05 Oktober 2013

Asyro Dzulhijjah

Asyro Dzulhijjah yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang didalamnya kita sebagai umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Berikut adalah fadlilah-fadlilah ibadah yang ada di dalam sepuluh hari di salah satu bulan istimewa ini.

Diriwayatkan Ibnu Abbas RA:

  • Hari pertama, yaitu hari dimana Alloh mengampuni Nabi Adam. Barang siapa yang puasa pada hari itu maka akan dimaafkan seluruh dosa.

Hari ke-2, yaitu dikabulkannya doa Nabi Yunus (40 hari di dalam perut ikan, dalam tiga kegelapan, gelapnya lautan, gelapnya perut ikan, dan gelapnya malam). Kemudian beliau diampuni dan dikeluarkan dari dalam perut ikan. Barang siapa yang puasa, maka sama dengan puasa selama satu tahun dan tidak pernah berdosa walau hanya satu detik saja.

  • Hari ke-3, hari dimana Alloh mengabulkan doa Nabi Zakariya (sudah tua tetapi belum memiliki keturunan). Barang siapa yang puasa pada hari itu, maka akan dikabulkan doanya.

Hari ke-4, yaitu hari dilahirkannya Nabi Isa. Barang siapa yang puasa, maka Alloh akan menghilangkannya dari kemiskinan, ditambah lagi nanti pada hari kiamat orang itu akan digandeng oleh malaikat-malaikat yang mulia.

  • Hari ke-5, yaitu hari dilahirkannya Nabi Musa. Barang siapa yang puasa, maka akan terbebas dari munafiq atau dari siksa kubur.

Hari ke-6, yaitu hari dimana Alloh membuka untuk Nabi Muhammad segala kebaikan. Barang siapa yang puasa, maka Alloh akan melihat orang itu dengan pandangan rohmat kasih sayang, sehingga Alloh tak akan menyiksa orang itu selamanya.

  • Hari ke-7, Alloh mulai hari itu menutup pintu-pintu Jahannam dan tidak membukanya sampai lewat hari-hari sepuluh ini. Barang siapa yang puasa, maka Alloh akan menutup untuk orang itu 30 pintu kesulitan-kesulitan dan membuka baginya 30 pintu kemudahan.

Hari ke-8, hari yang dinamakan hari Tarwiyah. Barang siapa yang puasa Alloh akan memberikan pahala yaitu pahala yang tidak bisa dilihat, kecuali hanya Alloh yang tahu.

  • Hari ke-9, Hari yang disebut dengan hari Arofah. Barang siapa yang puasa maka puasa itu untuk menutup dosa-dosa satu tahun yang sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.

Hari ke-10, hari Adha (qurban). Barang siapa yang berqurban di hari itu, maka dengan tetesan darah yang pertama, Alloh akan mengampuni orang itu dosa-dosanya dan dosa-dosa keluarganya, dan siapa yang memberi makan orang mukmin atau dengan shodaqoh, maka Alloh akan mengutus membangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan aman, dan timbangan amalnya lebih berat dari gunung Uhud.

Selamat menunaikan ibadah Sunnah :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Apakah Yakin Anda Boleh Melaksanakan Sunnah?

Sunnah (kependekan dari kata Sunnaturrosul, berasal dari kata sunan yang artinya garis) dalam agama Islam mengacu kepada segala sikap, tindakan, ucapan dan cara Rosululloh dalam menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan dan tradisi yang dilaksanakan oleh beliau. Segala tindakan yang dihukumi sunnah memiliki arti, jika orang tersebut melaksanakannya maka akan mendapatkan pahala dan apabila meninggalkan dia tidaklah berdosa. Berbeda dengan ibadah yang fardlu atau wajib. Jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak maka akan berdosa. Namun, pahala ibadah sunnah tidak bisa mengalahkan ibadah wajib. Tetap yang bernilai fardlu tertinggi nilainya.

Semangat Berkah

Ibadah sunnah sangatlah banyak. Apalagi di dalam bulan suci Romadlon. Amalan ibadah sunnah dinilai pahalanya setara dengan yang fardlu. Maka sangat lumrah jika banyak orang muslim yang bersemangat untuk melakukan rentetan ibadah di bulan penuh berkah ini. Seperti halnya sholat sunnah tarowih yang hanya dilaksanakan pada bulan puasa. Itu adalah orang muslim yang mendapat hidayah sehingga dapat bersemangat. Tidak sedikit yang loyo. Kurang memanfaatkan momen terbaik spanjang tahun. Malahan meraka sibuk dengan urusan-urusan dunia. Yang lebih memprihatinkan, ada yang mengaku muslim tetapi tidak melaksanakan puasa di bulan Romadlon ini yang wajib hukumnya. Astaghfirulloh.

Introspeksi diri perlu dilakukan oleh setiap muslim. Apakah mereka sudah melaksanakan yang fardlu yang telah disyari'atkan? Ini yang perlu ditanyakan. Karena ibadah sunnah itu dilakukan apabila ibadah wajib sudah dituntaskan. Orang muslim bukannya tidak boleh untuk melaksanakan ibadah yang sunnah. Apalagi di bulan Romadlon karim ini. Misalnya seperti sholat tarowih. Ataupun pada penghujung bulan, yaitu pada tanggal 1 Syawal mereka melaksanakan sholat Id yang banyak orang muslim atau yang mengaku muslim melaksanakan. Akan tetapi, apakah mereka tidak merasa sungkan masih mempunyai tanggungan? Apalagi ini tanggungan dengan Alloh, Robbul 'Alamin. Apakah mereka tidak malu? Lhawong yang wajib saja tiada dikerjakan atau masih banyak bolong-bolong kok ingin melakukan ibadah sunnah. Tidak sepantasnya melaksanakan yang sunnah. Ibadah wajib harus dibenahi terlebih dahulu. Pantaskan diri kita masing-masing untuk hal tersebut.

Minggu, 14 Juli 2013

Bagaimana Kualitas Sholat Anda?

Sholat adalah ibadah yang utama. Karena sholat kita lah yang awal pertama dipertanyakan kelak di akhirat. Baru kemudian menyusul ibadah ibadah yang lain. Istilahnya bisa dibilang LPJ yang harus kita pertanggungjawabkan. Bahkan di alam kubur, seseorang akan ditemani ular yang akan memakannya jika semasa hidupnya di dunia ia meninggalkan sholat. Sudah jelas firman Allah SWT di dalam Alquran:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat 56)



اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al- Ankabut 45)

Sikap perilaku seseorang bisa dilihat dari sholatnya. Apabila sholatnya baik, maka segala perbuatannya juga baik. Tetapi mengapa ada seorang yang rajin sholat, masih belum mencerminkan perilaku baik? Itu berarti sholat yang dikerjakan tidaklah sempurna. Msih banyak terdapat ghoflah-ghoflah. Apa itu ghoflah? Adalah lubang. Yakni keadaan lalai, sholat yang masih kurang fokus. Pikirannya masih melayang keluar-keluar pada waktu melaksanakan sholat. Sedikit sekali ingat Allah SWT. Padahal, ibadah sholat itu adalah kita menghadap secara langsung kapada Allah SWT. Komunikasi seorang hamba kepada penciptanya. Mari bertanya pada diri kita masing-masing. Merenung, bagaimana keadaan sholat kita?

SOLUSI

Untuk itu, perlu adanya sholat berjama’ah. Sholat jama’ah sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW. Supaya sholat kita nggak sia-sia. Nggak hanya menggugurkan kewajiban saja. Tetapi, benar-benar bernilai plus-plus ibadah yang berkualitas. Sudah dijamin. Semua akan mendapatkan pahala 27 derajat. Sampai sampai dikisahkan ada sahabat yang buta yang bertanya pada Rosul supaya bisa melaksanakan sholat munfarid di rumahnya. Akan tetapi apa jawaban Rosululloh SAW? Sahabat tersebut masih dianjurkan untuk sholat berjama'ah di masjid. Walaupun toh dalam keadaan buta dan rumahnya jauh. Tetapi, selama orang tersebut masih mendengar seruan adzan. Maka sangat disunnahkan menuju ke masjid untuk sholat berjama'ah. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya sholat berjama'ah. Rosul ingin kita, umatnya, selalu dapat melaksanakan sholat dengan berjama'ah.

Berbeda bila sholat munfarid. Hanya mendapatkan satu derajat saja. Itu pun kalau kita bisa khusyu’ sempurna yang bagi kita kaum awam, harus mengakui sangatlah sulit dan persentase sangat kecil sekali. Banyak setan yang menggoda manusia untuk khusyu' beribadah.

دَرَجَةً وَعِشْرِينَ بِسَبْعٍ الْفَذِّ ةِصَلاَ مِنْ أَفْضَلُ الْجَمَاعَةِ صَلاَةُ

"Shalat jama'ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sabtu, 13 Juli 2013

Orang Puasa Nggak Perlu Dihormati

Bulan suci Romadlon telah tiba. Bulan yang umat Islam akan berlomba-lomba dalam kebaikan. Bulan yang penuh barokah, rohmat dan maghfiroh. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Bulan yang mulia, karena semua nilai ibadah akan dilipatgandakan pahalanya sampai 70 kali. Ibadah sunnah seperti ibadah wajib. Setan-setan terbelenggu dan pintu-pintu langit terbuka lebar untuk memanjatkan doa.


Dalam bulan romadlon, terdapat ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh orang yang beriman. Sebagaimana firman Alloh di dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh 183 yang banyak dari kita hafal diluar kepala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

Ayat di atas menunjukkan sejarah. Sejarah puasa yang telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Jadi, ibadah puasa sudah dilakukan oleh umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Hanya saja, keistimewaan umat Nabi Muhammad puasa dilaksanakan satu bulan penuh yakni di dalam bulan Romadlon.

Mengapa kita berpuasa? Sudah jelas, dari arti ayat di atas bahwa supaya ketaqwaan kita kian bertambah. Supaya kita lebih banyak bersyukur. Puasa melatih kita bersabar dan bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang telah diberi. Ibadah yang juga akan melebur dosa-dosa kita.

Sesungguhnya ibadah puasa ini adalah undangan Alloh kepada hamba-hambanya yang beriman. Ya, hamba yang beriman. Undangan special tiap tahunnya. Yang tidak merasa beriman lah yang tidak berpuasa. Bukan seorang mukmin dan bukan pula seorang muslim, orang yang tidak berpuasa Romadlon.

Hokum dari ibadah puasa Romadlon adalah wajib. Karena termasuk salah satu dari rukun Islam yang lima. Dapat disimpulkan, siapa yang tidak melaksanakan salah satunya berarti masih perlu dipertanyakan keislamannya. Status islamnya tidak sah. Sebagaimana rukunnya kurang.

Bagaimana orang yang tidak mampu/tidak kuat melaksanakan ibadah puasa romadlon ini? Apabila orang tersebut dikarenakan oleh udzur syar’i yang dibenarkan oleh agama, tidak apa-apa. Walau masih ada ketentuan seperti harus mengqodlo’ puasanya atau juga membayar fidyah.



Namun, kendati demikian tidak boleh dengan sengaja merasa tidak kuat untuk berpuasa. Misalkan sudah lansia dan tidak sanggup untuk puasa penuh satu hari. Ataupun penderita maag. Orang tersebut haruslah tetap melakukan niat puasa. Sekuatnya. Meskipun berapa jam kemudian orang itu makan. Makannya juga tidak boleh berlebihan. Makan sewajarnya. Sekedar mengisi tenaga agar lebih kuat. Begitulah lanjut sampai berbuka puasa di waktu maghrib. Malahan puasa itu sebagai obat penyembuh penyakit.

Bulan Romadlon adalah bulan yang agung. Haruslah dihormati. Makanya, orang lansia harus berusaha sesanggup mungkin untuk melaksanakan puasa walau dengan cara yang seperti dijelaskan di atas. Banyak orang yang salah pengertian. Mereka menghormati orang yang berpuasa. Itu salah besar. Orang yang berpuasatidak perlu dihormati. Akan tetapi yang harusnya benar-benar dihormati adalah bulan Romadlon. Apakah tidak sungkan? Tidak malu kalau sampai tidak menjalankan puasa? Sama halnya tidak bersyukur pada Alloh. Tidak menghormati-Nya. Kesempatan panen pahala tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kebanyakan orang yang tidak memperhatikan urusan akhiratnya. MasyaAlloh.

Adat orang jaman dahulu pun menghormati bulan suci Romadlon ini. Ibu-ibu yang mempunyai anak kecil, yang belum memiliki kewajiban berpuasa. Mereka menyuruh anak-anaknya untuk menutup diri di dalam rumah jika anak mereka makan. Betapa orang-orang jaman dahulu begitu menghormati dan mengagungkan bulan suci Romadlon ini. Lalu apa yang terjadi pada era jaman sekarang? Ya, kita tahu dan bisa menjawabnya sendiri tanpa sepatah kata yang perlu dilafalkan.

Semoga menjadikan imtaq (keimanan dan ketaqwaan) kita semakin bertambah. Ibadah puasa dan ibadah-ibadah kita yang lain diterima oleh Alloh selama Romadlon. Aamiin

~Semoga Ada Tambahan Manfaatnya~