وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“dan aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat 56)
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“bacalah apa yang telah
diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.
dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari
ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-
Ankabut 45)
Sikap perilaku seseorang bisa
dilihat dari sholatnya. Apabila sholatnya baik, maka segala perbuatannya juga
baik. Tetapi mengapa ada seorang yang rajin sholat, masih belum mencerminkan
perilaku baik? Itu berarti sholat yang dikerjakan tidaklah sempurna. Msih
banyak terdapat ghoflah-ghoflah. Apa itu ghoflah? Adalah lubang. Yakni keadaan lalai, sholat
yang masih kurang fokus. Pikirannya masih melayang keluar-keluar pada waktu
melaksanakan sholat. Sedikit sekali ingat Allah SWT. Padahal, ibadah sholat itu
adalah kita menghadap secara langsung kapada Allah SWT. Komunikasi seorang hamba kepada penciptanya. Mari bertanya pada diri
kita masing-masing. Merenung, bagaimana keadaan sholat kita?
SOLUSI
Untuk itu, perlu adanya sholat
berjama’ah. Sholat jama’ah sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW. Supaya sholat kita nggak sia-sia. Nggak hanya menggugurkan
kewajiban saja. Tetapi, benar-benar bernilai plus-plus ibadah yang berkualitas.
Sudah dijamin. Semua akan mendapatkan pahala 27 derajat. Sampai sampai dikisahkan ada sahabat yang buta yang bertanya pada Rosul supaya bisa melaksanakan sholat munfarid di rumahnya. Akan tetapi apa jawaban Rosululloh SAW? Sahabat tersebut masih dianjurkan untuk sholat berjama'ah di masjid. Walaupun toh dalam keadaan buta dan rumahnya jauh. Tetapi, selama orang tersebut masih mendengar seruan adzan. Maka sangat disunnahkan menuju ke masjid untuk sholat berjama'ah. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya sholat berjama'ah. Rosul ingin kita, umatnya, selalu dapat melaksanakan sholat dengan berjama'ah.
Berbeda bila sholat
munfarid. Hanya mendapatkan satu derajat saja. Itu pun kalau kita bisa khusyu’
sempurna yang bagi kita kaum awam, harus mengakui sangatlah sulit dan
persentase sangat kecil sekali. Banyak setan yang menggoda manusia untuk khusyu' beribadah.
دَرَجَةً
وَعِشْرِينَ بِسَبْعٍ الْفَذِّ ةِصَلاَ مِنْ أَفْضَلُ الْجَمَاعَةِ صَلاَةُ
"Shalat jama'ah lebih utama dari shalat
sendirian sebanyak 27 derajat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar