Minggu, 14 Juli 2013

Bagaimana Kualitas Sholat Anda?

Sholat adalah ibadah yang utama. Karena sholat kita lah yang awal pertama dipertanyakan kelak di akhirat. Baru kemudian menyusul ibadah ibadah yang lain. Istilahnya bisa dibilang LPJ yang harus kita pertanggungjawabkan. Bahkan di alam kubur, seseorang akan ditemani ular yang akan memakannya jika semasa hidupnya di dunia ia meninggalkan sholat. Sudah jelas firman Allah SWT di dalam Alquran:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat 56)



اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al- Ankabut 45)

Sikap perilaku seseorang bisa dilihat dari sholatnya. Apabila sholatnya baik, maka segala perbuatannya juga baik. Tetapi mengapa ada seorang yang rajin sholat, masih belum mencerminkan perilaku baik? Itu berarti sholat yang dikerjakan tidaklah sempurna. Msih banyak terdapat ghoflah-ghoflah. Apa itu ghoflah? Adalah lubang. Yakni keadaan lalai, sholat yang masih kurang fokus. Pikirannya masih melayang keluar-keluar pada waktu melaksanakan sholat. Sedikit sekali ingat Allah SWT. Padahal, ibadah sholat itu adalah kita menghadap secara langsung kapada Allah SWT. Komunikasi seorang hamba kepada penciptanya. Mari bertanya pada diri kita masing-masing. Merenung, bagaimana keadaan sholat kita?

SOLUSI

Untuk itu, perlu adanya sholat berjama’ah. Sholat jama’ah sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW. Supaya sholat kita nggak sia-sia. Nggak hanya menggugurkan kewajiban saja. Tetapi, benar-benar bernilai plus-plus ibadah yang berkualitas. Sudah dijamin. Semua akan mendapatkan pahala 27 derajat. Sampai sampai dikisahkan ada sahabat yang buta yang bertanya pada Rosul supaya bisa melaksanakan sholat munfarid di rumahnya. Akan tetapi apa jawaban Rosululloh SAW? Sahabat tersebut masih dianjurkan untuk sholat berjama'ah di masjid. Walaupun toh dalam keadaan buta dan rumahnya jauh. Tetapi, selama orang tersebut masih mendengar seruan adzan. Maka sangat disunnahkan menuju ke masjid untuk sholat berjama'ah. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya sholat berjama'ah. Rosul ingin kita, umatnya, selalu dapat melaksanakan sholat dengan berjama'ah.

Berbeda bila sholat munfarid. Hanya mendapatkan satu derajat saja. Itu pun kalau kita bisa khusyu’ sempurna yang bagi kita kaum awam, harus mengakui sangatlah sulit dan persentase sangat kecil sekali. Banyak setan yang menggoda manusia untuk khusyu' beribadah.

دَرَجَةً وَعِشْرِينَ بِسَبْعٍ الْفَذِّ ةِصَلاَ مِنْ أَفْضَلُ الْجَمَاعَةِ صَلاَةُ

"Shalat jama'ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar