Sabtu, 20 Juli 2013

Apakah Yakin Anda Boleh Melaksanakan Sunnah?

Sunnah (kependekan dari kata Sunnaturrosul, berasal dari kata sunan yang artinya garis) dalam agama Islam mengacu kepada segala sikap, tindakan, ucapan dan cara Rosululloh dalam menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan dan tradisi yang dilaksanakan oleh beliau. Segala tindakan yang dihukumi sunnah memiliki arti, jika orang tersebut melaksanakannya maka akan mendapatkan pahala dan apabila meninggalkan dia tidaklah berdosa. Berbeda dengan ibadah yang fardlu atau wajib. Jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak maka akan berdosa. Namun, pahala ibadah sunnah tidak bisa mengalahkan ibadah wajib. Tetap yang bernilai fardlu tertinggi nilainya.

Semangat Berkah

Ibadah sunnah sangatlah banyak. Apalagi di dalam bulan suci Romadlon. Amalan ibadah sunnah dinilai pahalanya setara dengan yang fardlu. Maka sangat lumrah jika banyak orang muslim yang bersemangat untuk melakukan rentetan ibadah di bulan penuh berkah ini. Seperti halnya sholat sunnah tarowih yang hanya dilaksanakan pada bulan puasa. Itu adalah orang muslim yang mendapat hidayah sehingga dapat bersemangat. Tidak sedikit yang loyo. Kurang memanfaatkan momen terbaik spanjang tahun. Malahan meraka sibuk dengan urusan-urusan dunia. Yang lebih memprihatinkan, ada yang mengaku muslim tetapi tidak melaksanakan puasa di bulan Romadlon ini yang wajib hukumnya. Astaghfirulloh.

Introspeksi diri perlu dilakukan oleh setiap muslim. Apakah mereka sudah melaksanakan yang fardlu yang telah disyari'atkan? Ini yang perlu ditanyakan. Karena ibadah sunnah itu dilakukan apabila ibadah wajib sudah dituntaskan. Orang muslim bukannya tidak boleh untuk melaksanakan ibadah yang sunnah. Apalagi di bulan Romadlon karim ini. Misalnya seperti sholat tarowih. Ataupun pada penghujung bulan, yaitu pada tanggal 1 Syawal mereka melaksanakan sholat Id yang banyak orang muslim atau yang mengaku muslim melaksanakan. Akan tetapi, apakah mereka tidak merasa sungkan masih mempunyai tanggungan? Apalagi ini tanggungan dengan Alloh, Robbul 'Alamin. Apakah mereka tidak malu? Lhawong yang wajib saja tiada dikerjakan atau masih banyak bolong-bolong kok ingin melakukan ibadah sunnah. Tidak sepantasnya melaksanakan yang sunnah. Ibadah wajib harus dibenahi terlebih dahulu. Pantaskan diri kita masing-masing untuk hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar