Bulan suci Romadlon telah tiba. Bulan yang umat Islam akan
berlomba-lomba dalam kebaikan. Bulan yang penuh barokah, rohmat dan maghfiroh.
Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.
Bulan yang mulia, karena semua nilai ibadah akan dilipatgandakan pahalanya
sampai 70 kali. Ibadah sunnah seperti ibadah wajib. Setan-setan terbelenggu dan
pintu-pintu langit terbuka lebar untuk memanjatkan doa.
Dalam bulan romadlon, terdapat ibadah wajib yang harus
dilaksanakan oleh orang yang beriman. Sebagaimana firman Alloh di dalam
Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh 183 yang banyak dari kita hafal diluar kepala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
Ayat di atas menunjukkan sejarah. Sejarah puasa yang telah
dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Jadi, ibadah puasa sudah dilakukan oleh
umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Hanya saja, keistimewaan umat Nabi Muhammad
puasa dilaksanakan satu bulan penuh yakni di dalam bulan Romadlon.
Mengapa kita berpuasa? Sudah jelas, dari arti ayat di atas
bahwa supaya ketaqwaan kita kian bertambah. Supaya kita lebih banyak bersyukur.
Puasa melatih kita bersabar dan bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang telah
diberi. Ibadah yang juga akan melebur dosa-dosa kita.
Sesungguhnya ibadah puasa ini adalah undangan Alloh kepada
hamba-hambanya yang beriman. Ya, hamba yang beriman. Undangan special tiap
tahunnya. Yang tidak merasa beriman lah yang tidak berpuasa. Bukan seorang
mukmin dan bukan pula seorang muslim, orang yang tidak berpuasa Romadlon.
Hokum dari ibadah puasa Romadlon adalah wajib. Karena termasuk
salah satu dari rukun Islam yang lima. Dapat disimpulkan, siapa yang tidak
melaksanakan salah satunya berarti masih perlu dipertanyakan keislamannya.
Status islamnya tidak sah. Sebagaimana rukunnya kurang.
Bagaimana orang yang tidak mampu/tidak kuat melaksanakan
ibadah puasa romadlon ini? Apabila orang tersebut dikarenakan oleh udzur syar’i
yang dibenarkan oleh agama, tidak apa-apa. Walau masih ada ketentuan seperti
harus mengqodlo’ puasanya atau juga membayar fidyah.
Namun, kendati demikian tidak boleh dengan sengaja merasa
tidak kuat untuk berpuasa. Misalkan sudah lansia dan tidak sanggup untuk puasa
penuh satu hari. Ataupun penderita maag. Orang tersebut haruslah tetap melakukan niat puasa. Sekuatnya.
Meskipun berapa jam kemudian orang itu makan. Makannya juga tidak boleh
berlebihan. Makan sewajarnya. Sekedar mengisi tenaga agar lebih kuat. Begitulah
lanjut sampai berbuka puasa di waktu maghrib. Malahan puasa itu sebagai obat penyembuh penyakit.
Bulan Romadlon adalah bulan yang agung. Haruslah dihormati.
Makanya, orang lansia harus berusaha sesanggup mungkin untuk melaksanakan puasa
walau dengan cara yang seperti dijelaskan di atas. Banyak orang yang salah
pengertian. Mereka menghormati orang yang berpuasa. Itu salah besar. Orang yang
berpuasatidak perlu dihormati. Akan tetapi yang harusnya benar-benar dihormati
adalah bulan Romadlon. Apakah tidak sungkan? Tidak malu kalau sampai tidak menjalankan
puasa? Sama halnya tidak bersyukur pada Alloh. Tidak menghormati-Nya.
Kesempatan panen pahala tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kebanyakan orang
yang tidak memperhatikan urusan akhiratnya. MasyaAlloh.
Adat orang jaman dahulu pun menghormati bulan suci Romadlon
ini. Ibu-ibu yang mempunyai anak kecil, yang belum memiliki kewajiban berpuasa.
Mereka menyuruh anak-anaknya untuk menutup diri di dalam rumah jika anak mereka
makan. Betapa orang-orang jaman dahulu begitu menghormati dan mengagungkan bulan
suci Romadlon ini. Lalu apa yang terjadi pada era jaman sekarang? Ya, kita tahu
dan bisa menjawabnya sendiri tanpa sepatah kata yang perlu dilafalkan.
Semoga menjadikan imtaq (keimanan dan ketaqwaan) kita
semakin bertambah. Ibadah puasa dan ibadah-ibadah kita yang lain diterima oleh
Alloh selama Romadlon. Aamiin
~Semoga Ada Tambahan
Manfaatnya~