Sholat merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadatain. Menempati kedudukan tinggi karena perintah ini langsung diterima Rosul saat beliau Mi'roj sampai langit ke-7. Amal yang dihisab pertama kali pun juga sholat.
Apa yang Melatarbelakangi Peristiwa Agung Ini?
Tahun itu Rosululloh berada pada tahun duka cita. Beliau ditinggal wafat orang-orang yang paling dicintainya. Mulai dari paman Abu Tholib, kekek Abdul Mutholib dan juga istri beliau Khodijah. Semua wafat dalam jeda waktu beberapa tahun yang singkat. Terlebih lagi setelah sepeninggal paman Abu Tholib, Rosululloh sangat kehilangan orang yang selalu mendukung dan melindungi dari kaum kafir Quraisy.
Berawal dari tahun duka tersebut, Alloh merencanakan Isro' Mi'roj untuk menghibur Rosul. Isro' Mi'roj perjalanan semalam saja mulai dari Masjidil Haram, Makkah sampai Masjidil Aqsa, Palestina. Dilanjutkan dari Masjidil Aqsa yang sebelumnya sholat dua rokaat dahulu dan naik sampai langit ke-7.
* * *
Perjalanan Isro' Mi'roj ini memakai kendaraan yang bernama Buroq. Kendaraan akhirat yang super cepat dengan jarak sekejap melangkah sejauh mata memandang.
Rosululloh ditemani malaikat Jibril, pada setiap langit bertemu dengan para Nabi terdahulu dan menyampaikan salam pada beliau. Beliau juga dipelihatkan nikmat dan adzab pengguni akhirat.
Perintah Sholat 50 Kali dalam Sehari?
Awal menerima perintah sholat dari Alloh yaitu sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Tidak dapat dibayangkan berapa jeda antara sholat satu dengan berikutnya. Betapa padat untuk ibadah waktu yang kita gunakan. Namun, ketika turun menuju langit yang lebih rendah, Rosululloh bertemu dengan Nabi Musa AS. Nabi yang terkenal dengan gelar Kalimulloh. Nabi yang berbicara langsung dengan Tuhan. Sudah terbiasa bertanya dan protes dengan Alloh. Wajar apabila dalam masalah sholat ini beliau turut berkomentar pada Rosululloh.
Umat Nabi Musa, Bani Isroil, umat terdahulu yang lebih kuat dan lebih besar badannya saja banyak yang tidak sanggup, tidak mampu menjalankan sholat sebanyak 50 kali. Apalagi umat nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW yang bertubuh kecil dan lebih lemah. Untuk itu, Nabi Musa menyarankan agar Rosululloh kembali menghadap Alloh untuk mengurangi jumlah sholat.
Sampai pada sembilan kali Rosululloh SAW naik turun dari langit, maka akhirnya ditetapkan sholat sehari semalam sebanyak lima waktu yang wajib kita tunaikan ini. Sebenarnya Rosululloh masih disuruh menghadap Alloh oleh Nabi Musa. Namun, beliau sudah merasa malu pada Tuhan. " Berat ringan akan saya jalani", jawab Rosululloh. Firman Alloh, sholat lima kali tersebut sama halnya berpahala sholat 50 kali. Karena nilai sholat sekali sama dengan 10 kali.
Apa yang Perlu Ditekankan?
Yang perlu digarisbawahi peristiwa agung Isro' Mi'roj ini adalah salah satu mukjizat Rosululloh Muhammad SAW yang harus kita percayai. Karena teknologi apapun dan pemikiran manusia manapun tidak akan mampu menjamah wilayah ini. Tugas kita hanyalah mengimaninya dengan sepenuh hati. Sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Abu Bakar yang mendapatkan gelar As-Shidiq. Gelar yang disamatkan atas pengimanan beliau akan peristiwa ini dimana kaum kafir Quraisy ingkar dan tak mempercayai apa yang telah disampaikan Rosul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar